Benarkah cinta selalu memahami?
Benarkah cinta selalu melayani?
Benarkah cinta selalu menerima?
Benarkah cinta selalu memaafkan?
.....
Cinta tak selamanya memahami
Cinta tak selalu melayani
Cinta tak selalu menerima
Bahkan cinta tak selalu memaafkan
Tetapi cinta itu berusaha
Terus berusaha tanpa mengenal cukup
Tanpa mengenal lelah
Kecuali cinta yang mati
.....
Dhei adalah seorang yang mulanya sangat manja kepada orang tuanya atau orang2 terdekatnya. Tetapi dia seolah memiliki dua jiwa yang berbeda. Entah bertopeng atau memang memiliki pribadi yang berbeda. Jika dengan orang yang tidak dekat dengannya, dia seolah terlihat cuek, tegas, dan anti ribet. Namun, jika dia bertemu dengan orang2 terdekatnya seolah sosok aslinya keluar. Entah sosok asli atau sosok kedua dari kepribadiannya. Singkat cerita dia bertemu dengan laki2 bernama Rey. Sosok laki2 yang kaku, namun penyayang. Mereka menjalani hubungannya terlihat secara wajar layaknya seorang muda-mudi lainnya. Namun siapa sangka, mereka telah berpikir jauh untuk hubungannya. Untuk kehidupannya kelak. Dan untuk kebahagiaannya nanti.
Mereka tumbuh seperti insan yang tak bisa dipisahkan, bukan berarti tanpa masalah. Rey berhasil menjadikan Dhei wanita yang berani berkomitmen untuk suatu hubungan. Pertama kali untuk Dhei berani berkomitmen seperti itu. Rupa2nya Rey telah berhasil menjatuhkan hati Dhei pada relung yang paling dalam hingga ia tak mampu lagi keluar dari lubang itu bahkan hanya untuk sekedar mengintip ke luar dari sebuah lubang yang kecil. Dhei sudah tak kuasa untuk itu. Benar, dia telah jatuh cinta pada tingkatan cinta yang tinggi.
"Rey, aku sangat mencintai mu. Jangan tinggalkan aku"
"Tak usah lah kamu khawatir akan hal itu, aku pun demikian denganmu"
Namun tak cukup Dhei dengan kata2 itu, rasa2nya dia selalu menginginkan hal lebih kepada Rey. Bahkan untuk hal yang sangat dia pinta, merupakan suatu keharusan yang seperti bersifat perintah untuk Rey. Namun bagi Dhei ia tak pernah bermaksud seperti itu. Dia hanya menginginkan selalu ada Rey Rey dan Rey. Bahkan jika 24 jam yang tersedia di dalam setiap detik jarum jam, ingin dia gunakan untuk bersama Rey. Bagi orang ini berlebihan, namun bagi Dhei ini cinta. Hingga tiba pada suatu titik dimana cinta mulai lelah. Dimana cinta tak lagi selalu bisa memahami, melayani, menerima lagi. Ternyata cinta bisa lelah, dan cinta ternyata seperti suatu subyek yang memang benar2 hidup. Cinta juga bisa lelah, cinta bisa haus, cinta ternyata juga seperti itu.
Rupa2nya Rey sedang berada pada titik tersebut, dimana cintanya mulai lelah dan butuh istirahat. Tentu ini menjadi hal yang sama2 menyakitkan untuk Dhei dan Rey, dimana hatinya yang berisi cinta yang lelah harus diselimuti dengan emosi dan ego yang berlebih hingga overdosis dan membuat hati keduanya sama2 sakit. Lantas bagaimanakah nasib cinta kedua insan yang katanya seperti tidak bisa dipisahkan ini?
.....
Dhei sadar bahwa cinta juga bisa lelah, namun dia yakin bahwa lelah belum berarti mati. Lelah hanya seperti baterai handphone yang melemah karena sekian lama digunakan untuk berbagai hal. Lelah ibarat baterai yang membutuhkan charge daya untuk memenuhi kembali tenaga yang sempat melemah. Karena benar adanya cinta tak selalu bisa memahami, melayani, menerima, bahkan memaafkan. Namun, cinta pada tingkatan cinta yang tertinggi akan selalu berusaha, berusaha ketika lelah sebelum benar2 mati hingga tak mampu berusaha lagi. Mati umurnya, bukan mati cinganya. Karena ini level tertinggi cinta.
Entri Populer
-
Tuhan Itu Bukan Rentenir By : Reza A.K. Apa maksud tulisan ini? Pun juga bingung kenapa tiba-tiba terbesit dan mengetik judul ya...
-
Berdamailah dengan Ku, Aku Bukan Pembentuk Jiwa Pembenci by : Reza A.K. Untuk selalu yang dikenang… Untuk selalu yang lampau…. ...
-
"Selamat anda diterima di jurusan X Sekolah Tinggi ********" ........... Masih teringat euforia menyelimuti ku kala itu men...
-
Ini tentang sosok yang menginspirasi aku, ga tau sih menginspirasi dari mana hehe. Laki-laki ini menurut aku charming, smart, kalem, pacar-...
-
Pernahkah kau merasakan sebuah kekecewaan? penghianatan? ketidaksempurnaan? kesalahan? penyesalan? dan sesuatu yang tidak menyenangkan? Pas...
-
Benarkah cinta selalu memahami? Benarkah cinta selalu melayani? Benarkah cinta selalu menerima? Benarkah cinta selalu memaafkan? ..... ...
-
*dor dor*boom*boom*.... dahulu pada zamannya bukan gemuruh badai ataupun gemuruh angin yang terdengar, melainkan gemuruh tembakan peluru d...
-
Detik demi detik berlaju Menit pun berlalu Jam terus berputar Hari demi hari pun berjalan Namun ku tetap sendiri dalam diam Diam ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar